Kebakaran di Gedung Cyber Kuningan, Layanan Internet Marketplace dan Web Hosting Terdampak
Kebakaran di Gedung Cyber Kuningan, Layanan Internet Marketplace dan Web Hosting Terdampak

By admin 03 Des 2021, 08:46:39 WIB News Tekno
Kebakaran di Gedung Cyber Kuningan, Layanan Internet Marketplace dan Web Hosting Terdampak

Keterangan Gambar : Kebakaran di Gedung Cyber Kuningan, Layanan Internet Marketplace dan Web Hosting Terdampak


Gedung Cyber 1 yang berlokasi di Jalan Kuningan Barat Raya, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, terbakar pada Kamis (2/12/2021) siang. Hal ini membuat sejumlah aplikasi dan layanan web hosting dilaporkan mengalami gangguan.

Pasalnya, Gedung Cyber memang menjadi salah satu lokasi penyimpanan server atau data center sejumlah perusahaan teknologi di Indonesia.

Gangguan terhadap sejumlah aplikasi dan layanan ini pun banyak dilaporkan di media sosial Twitter.

Salah seorang warganet bernama Daniel Tantra Wiratama, mendapati bahwa aplikasi saham Ipot dan Ajaib miliknya mengalami masalah.

Dalam sebuah tangkapan layar aplikasi Ajaib yang disertakan Daniel, tertulis notifikasi berbunyi "Mohon perhatian. Data center mengalami insiden kebakaran, sementara akan terjadi gangguan dalam bertransaksi".

Selain itu, dua penyedia hosting web Indonesia yaitu Niagahoster dan Rumahweb juga mengumumkan bahwa layanannya mengalami gangguan karena kebakaran di Gedung Cyber 1. Gangguan tersebut diumumkan melalui akun resminya.

"Karena sebagian besar network (jaringan) di Indonesia rely (bergantug) ke gedung tersebut, termasuk data center yang Niagahoster gunakan (DCI) sehingga menyebabkan gangguan server Indonesia untuk sementara," tulis akun resmi Niagahoster.

Berikut ini adalah beberapa aplikasi dan layanan yang tumbang sebagai dampak dari peristiwa kebakaran tersebut, berdasarkan pantauan Op Media Kamis (2/12/2021).

Ajaib

Aplikasi investasi ajaib mengumumkan terjadinya gangguna melalui akun Twitternya. Gangguan dipastikan disebabkan oleh insiden kebakaran tersebut.


IPOT

Aplikasi keuangan milik PT Indo Premier Sekuritas juga dipastikan mengalami gangguan yang sama. Pihak Indo Premier Sekuritas mengeluarkan pernyataan resmi terkait gangguan tersebut melalui akun Twitternya.

 

Niagahoster

Seperti disebutkan sebelumnya, layanan web hosting Niagahoster juga terkena imbas peristiwa kebakaran tersebut.

Rumahweb Indonesia

Begitu pula dengan layanan web hosting Rumahweb Indonesia yang tumbang akibat kebakaran Gedung Cyber 1.

Call Center BPBD Jakarta

Tidak hanya perusahaan teknologi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta juga turut terdampak kebakaran ini. Melalui akun Twitter resminya, BPBD Jakarta mengatakan bahwa untuk sementara layanan call center Jakarta Siaga dengan nomor 112 tidak dapat dihubungi.

Layanan lain yang terdampak

Selain daftar di atas, sejumlah layanan juga sempat terdampak kebakaran Gedung Cyber. Mulai dari marketplace Shopee, game online Ragnarok, layanan telepon RuangGuru, situs berita Antara, dan aplikasi MTix milik jaringan bioskop CinemaXXI.

Kebakaran terjadi di Gedung Cyber 1 di Jalan Kuningan Barat Raya, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Kamis (2/12/2021) siang. Dikutip dari Twitter @humasjakfire, laporan kebakaran itu diterima pada pada pukul 12.34 WIB.

 

Gedung Cyber sendiri merupakan salah satu tempat menaruh server data center bagi sejumlah perusahaan teknologi Indonesia, termasuk penyedia web hosting, perusahaan software, hingga penyelenggara jasa internet Indonesia.

Imbas dari kebakaran di Gedung Cyber 1 ini, sejumlah aplikasi dan layanan web hosting dilaporkan sempat mengalami gangguan.

Menurut laporan salah seorang netizen bernama Daniel Tantra Wiratama di Twitter, ia mendapati bahwa aplikasi saham Ipot dan Ajaib miliknya mengalami masalah.

Dalam sebuah tangkapan layar aplikasi Ajaib yang disertakan Daniel, tertulis notifikasi berbunyi "Mohon perhatian. Data center mengalami insiden kebakaran, sementara akan terjadi gangguan dalam bertransaksi".

Notifikasi yang sama juga muncul di ponsel milik KompasTekno saat hendak mengakses aplikasi Ajaib.

Namun saat berita ini ditayangkan, layanan sejumlah web hosting dan aplikasi seperti di atas berangsur pulih.

Dua penyedia web hosting terdampak

Selain itu, dua penyedia hosting web Indonesia yaitu Niagahoster dan Rumahweb di Indonesia juga mengumumkan bahwa layanannya mengalami gangguan karena kebakaran di Gedung Cyber.

"Karena sebagian besar network di Indonesia relay ke gedung tersebut termasuk data center yang Niagahoster gunakan (dikelola DCI) sehingga menyebabkan gangguan server Indonesia untuk sementara. Kami mohon maaf atas kendala yang terjadi," tweet @Niagahoster.

Dalam sebuah tweet di akun Twitter resminya, Rumahweb juga mengabarkan bahwa seluruh listrik pada data center milik perusahaan di Gedung Cyber 1 telah dimatikan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Dengan begitu, semua server Rumahweb yang berada di data center tersebut tidak dapat diakses.

Untuk memastikan apakah layanan milik pengguna terdampak dengan gangguan ini atau tidak, Rumahweb menyarankan agar pengguna menghubungi call center perusahaan, yakni Orang Rumah melalui livechat atau telepon di nomor 0274-882257.

Data center APJII aman

Sementara Asosiasi Penyelenggara Internet Indonesia (APJII) yang juga memiliki data center di Gedung Cyber 1, mengatakan sejauh ini data centernya aman, meski ada gangguan.

Saat dikonfirmasi, Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) Muhammad Arif mengatakan bahwa data center APJII di Gedung Cyber 1 masih dalam kondisi aman.

"Setau saya itu CDC lantai 2 yang kebakar. Data center APJII lantai 1 sejauh ini aman. Tapi kita harus cek fisik langsung. Saat ini belum bisa masuk," kata Arif melalui pesan singkat kepada Op Media, Kamis (2/12/2021) siang.

Arif juga membenarkan bahwa sudah ada laporan gangguan layanan yang masuk ke pihaknya.

Namun, ia kembali menegaskan bahwa detailnya gangguan masih belum dapat dipastikan karena pihaknya belum bisa masuk ke ruang data center.

"Kalo listrik gedung dimatikan, kita running UPS," pungkas Arif.

BEI tidak terdampak

Gedung Cyber ini juga merupakan salah satu area kerja Bursa Efek Indonesia (BEI).

Alhasil, kebakaran ini membuat beberapa platform broker mengalami gangguan. Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Laksono Widodo mengungkapkan, dalam insiden tersebut, terdapat beberapa broker yang terkendala.

Namun, tidak ada dampak yang signifikan. “Ada dua broker yang terkendala karena kebakaran ini dan satu broker yang self suspend.

Yang lain berjalan normal,” kata Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Laksono Widodo kepada wartawan, sebagaimana dikutip dari Kompas.com.

Namun, insiden yang terjadi tersebut tidak berdampak pada data center BEI dan operasional perdagangan.

Italian Trulli


Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Loading....



Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat

Siapakah Calon Walikota dan Wakil Walikota Padang Favorit Anda?
  Mahyeldi Ansyarullah - Emzalmi
  Robby Prihandaya - Dewi Safitri
  Tommy Utama - Laura Hikmah
  Willy Fernando - Vicky Armita
  Laura Himah i Nisaa - Safaruddin

Komentar Terakhir

Video Terbaru

View All Video