Apa Itu Google Stadia, Layanan "Streaming" Game yang Tak Butuh Konsol
Apa Itu Google Stadia, Layanan "Streaming" Game yang Tak Butuh Konsol

By Ariya 26 Mar 2019, 13:01:10 WIBTeknologi

Apa Itu Google Stadia, Layanan "Streaming" Game yang Tak Butuh Konsol

Keterangan Gambar : Apa Itu Google Stadia, Layanan "Streaming" Game yang Tak Butuh Konsol


Dalam perhelatan Game Developer Conference 2019 yang digelar di San Fransisco, Amerika Serikat, Google memperlihatkan keseriusannya masuk ke industri game dengan memperkenalkan layanan " cloud gaming" bernama Google Stadia. 

Dengan meluncurkan Google Stadia, raksasa asal Mountain View, AS, itu memperkenalkan suatu layanan yang bisa menjadi pioner industri cloud gaming masa depan.

Berbeda dari tawaran para pemain lainnya di industri game, Stadia tidak membutuhkan konsol khusus macam Xbox One atau PlayStation 4. Game disalurkan secara streaming dan bisa dimainkan dari berbagai perangkat, mulai dari smartphone hingga tablet atau TV.

Ditangani komputer bertenaga besar

Google Stadia bukanlah sebuah konsol. Ia adalah sebuah layanan streaming yang cara kerjanya mirip-mirip Spotify atau Netflix. Bedanya, yang disalurkan bukan musik atau video, melainkan game yang bisa dikendalikan oleh pemain.

Game Stadia tidak berjalan di perangkat yang digunakan oleh pemain -misalnya smartphone atau tablet- melainkan di datacenter Google dengan komputer bertenaga besar yang bisa menjalankan game dengan mulus.

GPU AMD yang tersemat di dalam komputer Google tersebut memiliki kemampuan pemrosesan grafis hingga 10,7 teraflops, jauh lebih besar dari kemampuan konsol terkuat yang ada di pasaran saat ini, seperti PS4 Pro (4,2 teraflops) dan Xbox One X (6 teraflops).

Komputer data center tersebut menjalankan sistem operasi Linux dengan prosesor custom x86 dengan kecepatan 2,7 GHz dengan fitur Hyperthreading dan AVX2.

Untuk memorinya, komputer ini memiliki RAM 16 GB dan bisa mentransfer data hingga 484 GB per detik serta dibekali dengan L2 + L3 cache sebesar 9,5 MB.

Walhasil, pemain tidak perlu khawatir menyiapkan perangkat dengan spesifikasi tinggi untuk menjalankan game dari Stadia.

Butuh internet kencang

Karena Stadia merupakan sebuah layanan cloud gaming, maka pemain tidak membutuhkan perangkat konsol (hardware) apapun untuk dapat memainkannya. Hanya saja, Stadia mensyaratkan internet berkecepatan tinggi.

Seberapa cepat? VP Google Phil Harrison menyebutkan angka 25 Mbps. "Meskipun, sebenarnya kami hanya menggunakan rata-rata 20 Mbps untuk mendapatkan (resolusi) 1080p dan frame rate 60 FPS," katanya, dirangkum Op Media dari Gamespot, Senin (25/3/2019).

Angka itu mungkin realistis di negara-negara maju macam Amerika Serikat, Korea Selatan, dan Jepang, tapi agaknya sulit dicapai di negara berkembang seperti Indonesia.

Sementara untuk memainkan game di resolusi 4K dengan frame rate yang sama, pengguna harus memiliki kecepatan Internet mencapai 30 Mbps.

Bukan hanya masalah kecepatan, latency atau ping juga menjadi sebuah sorotan ketika menikmati konten apapun dalam bentuk streaming.

Ini artinya, pemain yang ingin menggunakan Google Stadia, selain internetnya cepat, harus memiliki koneksi internet stabil untuk menghindari buffering atau lag yang mengganggu jalannya permainan.

Gamenya sendiri bakal dijalankan di komputer data center milik Google yang telah disebutkan tadi. Lalu, pemain cukup melakukan streaming dari peramban Google Chrome di tablet, PC, atau smartphone.

Pengguna juga bisa menjalankan layanan Stadia di perangkat TV yang dibekali dengan Chromecast.

Uniknya, pemain juga bisa berpindah-pindah perangkat sesuai keinginan, misalnya main di PC, lalu dilanjutkan di tablet.

Punya "kontroller" sendiri

Untuk menunjang pengalaman menggunakan layanan cloud gaming ini, Google juga memperkenalkan sebuah controller yang dapat terhubung dengan layanan Stadia melalui WiFi. Jika dilihat sepintas, controller tersebut serupa dengan perangkat sejenis pada umumnya.

 

Ilustrasi kontroller Google Stadia

Ilustrasi kontroller Google Stadia(TheVerge)

 

Namun, controller itu dapat terhubung langsung ke pusat data Stadia sehingga pemain dapat langsung memakainya, tanpa harus melakukan konfigurasi tertentu pada perangkat yang digunakan untuk streaming.

Controller untuk Stadia tersebut juga memiliki layanan Google Assistant sehingga pemain bisa mendapat panduan tertentu untuk menyelesaikan setiap babak di dalam sebuah game.

Game baru sedikit

Untuk saat ini, belum bisa dipastikan game apa saja yang bakal tersedia di layanan besutan Google ini. Di panggung GDC 2019, Google hanya memamerkan sekelumit game, seperti Doom Eternal dan Assasin's Creed Odyssey, yang bisa dijalankan dengan Google Stadia.

 

Ilustrasi game yang mendukung Google Stadia

Ilustrasi game yang mendukung Google Stadia(Kotaku)

 

Meski begitu, pihaknya menjanjikan bakal ada game-game lain yang bakal bisa berjalan di bawah layanan Google Stadia. Sebab, sudah ada lebih dari 100 studio game yang memiliki kit pengembang guna melakukan porting game ke layanan Stadia.

Studio game baru yang bernama Stadia Games & Entertainment juga bakal mengembangkan game yang secara eksklusif bakal tersedia di Google Stadia. Artinya, game ini tidak akan tersedia di konsol jenis apapun.

Harga dan ketersediaan belum jelas

Meski layanan cloud gaming Stadia ini diperkenalkan Google dengan rasa percaya diri, belum bisa dipastikan bagaimana nantinya soal mekanisme kepemilikan game di layanan ini.

Belum jelas apakah Google bakal menerapkan mekanisme subscription atau berlangganan, seperti halnya Netflix, atau mungkin sistem "rental" game tertentu untuk bisa memainkan game lewat layanan Google Stadia.

Ketersediaan layanan Stadia ini pun masih misteri. Google baru sebatas memastikan layanan game streaming Stadia akan dirilis pada tahun 2019 ini. 

Wilayah yang akan pertama kali kebagian Stadia adalah Amerika Serikat, Kanada, Inggris dan sebagian besar Eropa. Belum ada tanda-tanda layanan ini akan diluncurkan di kawasan Asia.



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Online Support (Chat)

admin

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat

Siapakah Calon Walikota dan Wakil Walikota Padang Favorit Anda?
  Mahyeldi Ansyarullah - Emzalmi
  Robby Prihandaya - Dewi Safitri
  Tommy Utama - Laura Hikmah
  Willy Fernando - Vicky Armita
  Laura Himah i Nisaa - Safaruddin

Komentar Terakhir

  • Fraursimab1

    ed drugs online <a href="http://profcialis.com/">tadalafil </a> buy ...

    View Article
  • Fraursimaj2

    cialis prices <a href="http://cialistd.com/">buy generic ed pills online ...

    View Article
  • Fraursimaw4

    cialis 20 mg <a href="http://sildenafiltotake.com/">viagra pill </a> ...

    View Article
  • Fraursimag9

    buy cialis <a href="http://cialissoftp.com/">generic cialis </a> buy ...

    View Article